Dear All,
Pertama-tama kenalkan nama saya Melkiur Johanis Masikome, berdasarkan SK Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara No. 050/Kep/Diknas-06/299/2008 tahun 2008 ditetapkan sebagai Pendamping Perencanaan Pendidikan Kab. Kepulauan Sitaro ( Siau Tagulandang Biaro).
Saya perlu informasikan bahwa kabupaten Kep. Sitaro resmi menjadi kabupaten setelah dimekarkan dari kabupaten Induk Sangihe pada tanggal 23 Mei 2007 sedangkan pembentukan SKPD nanti Juli 2007.
Saat ini kondisinya masih sangat terbatas baik dari sisi SDM maupun fasilitas yang ada. Walaupun sudah memiliki koneksi untuk internet (lewat VSAT) tetapi PC relay baru 1 unit.
Oh ya, saya sendirian bertugas di kabupaten ini karena tidak ada satupun mahasiswa PJJ D3 TKJ asal kabupaten Sitaro, jadi saya boleh disebut wali kabupaten sekaligus wali atas 10 kecamatan topografisnya terdiri dari banyak pulau dengan kondisi alam yang sering tidak bersahabat ( Ombak besar disertai angin kencang dapat terjadi sewaktu-waktu).
Sampat saat ini oleh karena faktor yang saya sebutkan diatas ditambah lagi karena miss informasi/komunikasi dengan kabupaten induk Sangihe, maka untuk proses entry data (NPSN dan NISN atau Dapodik) belum dilakukan sama sekali malah data untuk keperluan entry belum ada.
Karena itu menjadi tugas saya untuk mensosialisasikan kembali mengenai program ini kepada semua komponen di dinas pendidikan dan kebudayaan Kab. Kepulauan Sitaro dan saat ini baru dilaksanakan proses pengumpulan data artinya sampai saat ini untuk NPSN dan NISN yang di entry oleh kab. Kepulauan Sitaro masih Nol ( 0 ).
Mudah-mudahan proses pengumpulan data lancar dan semua tugas ini akan bisa saya kejar ketertinggalan Sitaro dibandingkan dengan daerah lain.
Mungkin kendala pribadi saya adalah karena sampai saat ini saya masih berdomisili di Ibu Kota Provinsi “Manado”, yang untuk mencapainya dibutuhkan waktu sekitar 8 jam dengan tranportasi laut sebagai satu-satunya alternatif transportasi yang ada (tidak ada yang lain), yang pembiayaannya masih 100% dari kantong pribadi.
Saya berharap curahan hati ini tidak di interpretasikan sebagai sikap cengeng. Saya memilih “Wadah” ini untuk menyampaikan isi hati saya ini dengan harapan boleh mendapat masukan dan bisa saling share pengalaman dengan teman-teman di seluruh Indonesia.
Terima kasih karena sudah membaca pesan saya ini.